Perlahan sepi berpamittanpa mengusik debu dia beringsut pergimenutup perlahan pintuberjingkat keluarlalu berlari kepada sunyidan menangis di pundaknyamengapa kelam meninggalkan akumengapa gelap tak lagi bersatumengapa hitam tak memandangku lagiaku benar-benar terlempar ke kesenyapandalam dingin sumur tak berdasaraku nanarseperti tersasarsemua hambarlalu binarku pudarperlahanperlahanmenitik jauhdalam legam yang lainyang asing...